Tampilkan postingan dengan label Kopi/Teh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopi/Teh. Tampilkan semua postingan

Passion Behind The Bar : KOPITUJU Malang


"Built up a messy to be a good messy" adalah ungkapan yang benderang di kepala saya setelah berbincang dengan Eldon Andrianus. Tentang karyanya yang menjadi bahan perbincangan para netizen Instagram: KOPITUJU

***


Berawal dari ketertarikannya dengan kopi yang enak, Eldon, sapaan pemuda asal kota Malang ini menyulap sebuah kantor tua yang tidak terpakai menjadi sebuah kedai yang nyaman dengan mengolah biji kopi lokal menjadi minuman berkualitas dunia. Saya berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan beliau untuk mengulik sedikit sejarah KOPITUJU dan berbagai seluk-beluk di balik bar. Mengungkap sedikit banyak tentang passion di dalam dirinya. This is Passion Behind The Bar: KOPI TUJU Malang

****

Eldon Andrianus
Pertemuan saya dengan Eldon sebenarnya tidak disengaja. Setelah mata terpancing dengan postingan-postingan di instagram yang mengungkap sebuah kedai kopi premium yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah Pasar Besar. Saya pun langsung bergerak menuju lokasi yang menggegerkan warga netizen itu. "Unik", itu yang bisa saya ungkap ketika saya melihat tempat di mana lokasi kedai ini berdiri. Di tengah-tengah orang jualan ember, paku, peralatan cangku, tukang jahit, dan lain-lain, ada sebuah kedai kopi berdiri.

Ketika banyak pengusaha berlomba-lomba mendirikan kedai kopi di pusat keramaian kota, kampus, dan kantor yang notabene dekat dengan pasar. Kedai ini justru menjauh dan menyelinap di antara tukang becak dan ibu-ibu belanja.

Orang gila ini yang bikin, pikir saya.

Saya menuju ke KOPITUJU sekitar pukul 12 siang, setelah memarkir kendaraan, saya bergegas masuk. Dan benar saja seperti apa yang netizen bilang. Tempat ini penuh,  beberapa penikmat kopi harus menjadi waiting list, bahkan ada yang rela duduk di luar kedai. Tempat ini sungguh Hype.

"Adi?" Kata seseorang memanggil saya dari balik bar.

Saya melihat dengan seksama, mencoba mengenali orang itu. Setelah tertegun beberapa saat, otak saya kemudian mengenalinya. 

"Eldon?"

Orang itu adalah pemilik kedai ini. Kami dulu pernah kuliah satu kampus dan satu kelas. Dia mengenali saya dengan jelas, sementara saya, samar-samar. Kami sudah tidak bertemu kurang lebih empat hingga lima tahun lamanya. Di pertengahan kuliah, Eldon pindah ke Australia karena ikut pertukaran pelajar kampus. Semenjak itu kami tidak lagi pernah bertemu. Hari ini kami dipertemukan lagi setelah bertahun lamanya. Kesukaan pada kopi akhirnya membuat kami kembali berbincang seperti dulu.

Setelah banyak bertukar cerita tentang dirinya di Australia dan saya di Malang, kami sedikit banyak berbincang tentang karya terbarunya: KOPITUJU.


Bisa ceritain nggak konsep KOPITUJU?

 Kenapa namanya KOPITUJU
"Sebenarnya agak simple sih, karena alamatnya di sultan syahrir nomor tujuh.  Aku juga bingung kalau ditanya apa filosofis dibalik itu. Nama KOPITUJU yang sebenarnya sesimple nomor tujuh (nomor ruko). Setelah dibahas lebih dalam. (Penghapusan huruf H dari) TUJU itu bisa berarti TUJUAN.  Aku ingin meNUNJUkan coffeeshop itu tidak menyepelekan kopi yang enak saja atau tempatnya saja. Tapi balancing ke duanya. Dan KOPITUJU menjadi TUJUAN orang buat ngopi."
“Dari dulu aku memang mau buka coffeehop karena suka minum kopi. Tapi belum nemu kopinya aku cocok dan tempatnya aku juga cocok. Selama ini aku cuma nemu yang tempatnya bagus, kopinya biasa aja. Atau kopinya enak banget, tapi tempatnya, hmm.. bukannya kurang bagus, sih, tapi aku belum nemu yang cocok sama aku.”
KOPITUJU dimulai dari keresahan Eldon ketika tidak menemukan kedai kopi yang pas untuk dirinya. Pas yang dimaksud adalah kombinasi antara kopi yang enak dan juga tempat yang nyaman. Cara terbaik bagi Eldon untuk menemukan kedai terbaik adalah dengan menciptakannya. Tidak main-main, dirinya kemudian belajar banyak tentang kopi dari kedai-kedai yang dia kunjungi. Melihat proses pembuatan kopi, cara menyeduh, dan berguru pada teman-temannya yang pembisnis dan konsultan kopi. Cita-citanya cuma 1: mencipta kedai ternyaman dengan kopi yang enak.
“(tentang kopi) sebenarnya aku nggak terjun langsung, karena aku cuma penikmat, nggak bikin kopi gitu. Mau belajar juga awalnya bingung. Cuma ngeliat doang nggak pernah megang mesin. Aku punya teman yang tinggal di Jakarta yang punya teman juga seorang barista yang baru resign dari tempat kerjanya lalu membuka semacam konsultasi kopi. “
 

Membangun dari berantakan
Ketika masuk ke KOPITUJU, kamu akan melihat suasana bangunan tua yang modern. Bagaimana, ya menjelaskannya. Ada aksen-aksen dinding yang sengaja dibuat terkelupas dengan batu bata yang terlihat jelas, jendela kaca besar, dan aksen meja dan sudut-sudut semen yang dibiarkan apa-adanya tanpa sentuhan cat dan polesan lainnya. Seolah kedai ini adalah gedung yang baru jadi dan tak berpenghuni. Namun, sisi lain, kamu akan menemukan mebel-mebel cantik yang minimalis dan modern, toples-toples kaca monokrom, dan alat-alat kopi yang canggih. Mungkin istilah yang mendekati di dalam dunia arsitetur adalah "industrial".
“Aku mau tempatnya nggak terlalu serius”
“Kedai kopi yang katanya bagus itu, kan yang instagramable, yang putih-putih. Kalau aku lebih suka yang agak ‘berantakan’"
Saya menerka konsep yang dihadirkan KOPITUJU adalah itu dan Eldon mengiyakan. KOPITUJU adalah kedai "berantakan yang rapi".

****
Mencicipi Kue-Kue Lucu dari Michel

Michel Febriana
Saat bertandang ke KOPITUJU, saya disuguhi kue-kue lucu dari pâtissière berbakat yang juga bagian dari kedai ini, akrab disapa Michel. Semua kue, snack, dan hal-hal manis dari KOPITUJU adalah hasil karyanya. Kue-kue di KOPITUJU berkualitas tinggi saya rasa. Terlihat dari bahan yang digunakan, tampilan, dan pilihan jenis yang mereka tentukan. Pengalaman Michel selama bersekolah pastry di London yang membuat kue-kue di sana menjadi sempurna.

Beruntung, saya bisa mencicipi langsung chouquettes, cheesecake brownies, dan eclairs buatan Michel. Pada jam-jam padat, kue-kue dari Rue de Choux Passtisserie ini ludes. Karena memang rasanya enak dan cocok dengan kopi-kopi lite versi KOPITUJU. Belum lagi bentuk yang cantik jadi gemes pengin foto dulu sebelum dilahap.


Karena ini food blog, kita brakedown satu-satu rasanya.

It's taste familiar but new. Sekilas, saya seperti mengunyah biskuit monde ketika mencicipi chouquettes ini namun versi upscale. Ada sensasi renyah yang dibalut manisnya gula di luar disusul dengan sensasi empuk di dalamnya.

Ada perasaan "makan nggak, ya.." setelah melihat eclair terjadi di depan mata. Bentuknya unyu maksimal. Lapisan "krispi" akan menghadang kita pada gigitan awal. Selanjutnya, kita akan menemukan sensasi empuk, tapi tidak dominan. Kalau kita memakannya dengan posisi gula di atas, langit-langit mulut seperti disentuh oleh rasa manis yang kemudian jatuh di lidah.

Kita bisa merasakan bahwa cheesecake brownies buatan Michel adalah premium, dari bahan yang digunakan, rasanya, lembutnya. Ada aliran-aliran keju yang kentara banget diatara brownies coklat lembut. Keju-keju ini seperti meledak di dalam mulut dan kemudian meredam karena potongan-potongan cokelat.

Cantik, itu yang bisa gambarkan untuk bentuk dan rasa kuenya. Ada perasaan-perasaan penasaran untuk langsung mencicipi kuenya. Setelah itu, ada perasaan hampa yang menyusul setelah kue-kue itu tandas. Hampa seperti "kenapa kue ini harus tandas dengan cepat?". Seperti bentuknya yang "feminim", hati saya seolah sensitif untuk mencoba kue yang lain. Kue buatan Michel seperti rasa yang menyeimbang diatara lautan pahit dan asam kopi. Mungkin ini yang disebut dengan bahagia.

****
MELAWAN KERAGUAN


Awalnya, banyak yang meragukan keputusan Eldon untuk membuka sebuah kedai di dalam Pasar, baik itu dari orang-orang di pasar, saudaranya, teman-temannya, bahkan keluarganya. Banyak yang mempertanyakan tidakan Eldon. Petanyaan itu adalah: Yakin buka di Pasar Besar?

Eldon ingin merasakan apa yang dia rasakan ketika masa kecilnya. Menikmati suasana pasar yang riuh dan menyenangkan. Karena itu, dia sengaja memilih Pasar Besar sebagai ladangnya membuka hal yang baru. Sebuah kedai kopi premium.
"Waktu kecil aku di sini, kan ya? Dari zaman aku kecil nggak ada perubahan (perkembangan)."
Begitu banyak yang meragukan keputusannya. Yakin buka di Pasar Besar?
"Justru aku melakukan sebaliknya"
Eldon menggabungkan passionnya di bidang kopi dan keinginannya yang baik untuk menjadi bagian dalam melestarikan bangunan-bangunan klasik di Pasar Besar. For your info, ada banyak bangunan ruko tua dari zaman penjajahan dan pasca kemerdekaan. Walaupun yang pegang sebagian besar adalah generasi penerus yang muda, sebagian besar dari mereka "membiarkan" bangunan-bangunan itu dan tidak menatanya. Tidak untuk Eldon. 

Bangunan yang digunakan sebagai kedai umurnya pun sebenarnya cukup renta. Di era tidak produktifnya, bangunan yang aslinya kantor ini pernah dibiarkan begitu saja hingga belasan tahun.
"Visiku sebenarnya agar Pasar Besar itu tidak dirombak habis. Banyak bangunan klasik di sini yang sebenarnya bisa dipertahankan. Tidak harus dihabiskan. Bisa jadi daya tarik tamu yang datang juga (dengan bangunan klasik itu). Jadi trigger buat orang-orang di sini untuk membersihkan (mempercantik) bangunan-bangunan klasik di Pasar Besar."
Eldon memiliki harapan yang besar agar KOPITUJU bisa menjadi trigger buat anak-anak muda untuk produktif. Baik itu dalam industri kopi, maupun melestarikan bangunan tua di Pasar Besar. Visi yang luar biasa ini, semoga dilancarkan.

Terima kasih kopinya Eldon, terima kasih browniesnya Michel. Sampai jumpa di lain kesempatan.


(Nugrah Adi)


****
KOPITUJU Malang.
Alamat:
Jl. Sutan Syahrir, Sukoharjo, Klojen, Malang City, East Java 65117



Ini dia Thai Tea yang Thailand Banget di Malang - Review Tomci Thai tea

Thai Tea enak di Malang - piridifoodies food blogger Malang
TOMCI THAI TEA
Penikmat street food pasti udah tidak asing dengan minuman yang satu ini. Thai tea!
Rasanya yang segar dan manis, juga harganya yang terjangkau membuat minuman dari negeri gajah putih tersebut menjadi favorit anak-anak dan milenials.

Sebenarnya ada banyak brand-brand thai tea bersliwuran di Malang, terutama brand dari Jakarta dan luar negeri. Namun dari semua brand tersebut belum ada yang bisa menjadi favorit Piri untuk dinikmati waktu sore hari. Sampai akhirnya Piri melihat sebuah iklan di facebook yang menayangkan new thai tea on the town. Namanya adalah TOMCI.

Iseng-iseng Piri nyobain beli. Pembelian TOMCI kalau dilihat dari iklannya sih baru bisa dibeli secara online. Itu pun gratis ongkir untuk teman-teman yang ngekos di daerah Universitas Muhammadiyah. Lumayan, sih. Menurut Piri, nggak perlu capek-capek ke Mall untuk beli Thai tea atau bayar ongkir mahal di aplikasi ojek online.

REVIEW!
TOMCI punya beberapa varian thai beverage yang umum dijual oleh brand lain seperti green tea, thai tea, dan thai coffee. Kisaran harganya sekitar Rp.12.000 hingga Rp.15.000-an. Dengan harga segitu teman-teman sudah bisa mendapatkan segelas thai tea yang ukurannya gede. Dari gelasnya sih ukurannya 22oz atau sekitar 600 mill. Puas banget harusnya.

Thai Tea enak di Malang - piridifoodies food blogger Malang
TOMCI THAI GREEN TEA
Awalnya, Piri mengira untuk harga segitu kita cuma akan dapat segelas thai tea yang isinya cuma es batu. Kadang kesel aja gitu. Pengalaman Piri beli thai tea di Mall-mall udah harganya lumayan mahal, ngantrinya lama, eh pas dapat ternyata isinya kebanyakan es batu. Dan rasanya biasa saja.
Baca juga: Kopi Rindu, kopi kekinian di Malang

Piri sudah menurunkan ekspektasi untuk thai tea dengan harga segitu.

Tapi ekspektasi berubah setelah mas-masnya nganter ke kosan Piri.

Well, it is beyond expectation. Isinya banyak banget. Bukan sekedar gelas dengan es batu doang. Ini bener-bener banyak! Mungkin perbandingan kasarnya 30% es batu dan 70% thai tea.

Kita bahas rasanya.

Untuk green tea. Untuk sekali sruput, kita akan menemukan dominasi manis dari consended milk yang gurih, selanjutnya ruang atap mulut penuh dikuasai oleh susu evaporasi. Rasanya yang milky itu ternyata tidak mampu menutupi harum dan getirnya teh hijau.

Sebenarnya kalau kamu suka minum green tea, kamu sudah bisa menerka mana thai green tea berkualitas dan mana yang green tea-green tea-an. TOMCI sepertinya menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Rasanya lebih nendang dari thai green tea pada umumnya. Racikan padu padan antara green tea dan susunya terasa pas.

Untuk Thai Tea, TOMCI sepertinya benar-benar memperhatikan detail dari kualitas teh yang digunakan. Awalnya, Piri pesimis dengan ekspektasi orang-orang yang menanggap bahwa thai tea di mana-mana ya gitu-gitu aja rasanya. Namun kalau kamu mencoba racikan ala TOMCI, kamu akan tau kalau thai tea buatan mereka berbeda dan spesial.

Dalam sekali seruputan, kamu akan menemukan rasa teh yang kuat dibalut dengan paduan consended milk dan susu evaporasi yang gurih dan penuh. Rasanya nendang. Tidak ada rasa manis yang ganggu di tenggorokan seperti thai tea pada umumnya.

Thai Tea enak di Malang - piridifoodies food blogger Malang
TOMCI THAI COFFEE
Terakhir, Piri nyobain varian kopi thailand ala TOMCI. Untuk Piri yang suka banget minum kopi, TOMCI thai coffee bisa jadi referensi lain bagi kamu yang belum pernah minum kopi Asia. Karakter kopi di Asia adalah manis-manis berbeda dengan kopi italia yang cenderung asam dan pahit.
Piri pernah berkunjung ke Penang untuk menikmati segelas iced kopi c dan ke Bangkok untuk nyobain cafe yen. Kopi-kopi asia selalu khas dengan kopi robusta consended milk, getir kedelai, dan manis jagung. Rasanya cenderung "plong" di mulut tapi nonjol di mata. 

Piri jarang menemukan kopi seperti ini dijual di Indonesia kecuali di kedai kopi mewah yang memang spesialis kopi asia. Dan harganya bikin dompet menangis.
Baca juga: Chicken Wing pedes bikin nangis! Chicken Box
Sialnya, TOMCI menghadirkan itu dengan harga yang terjangkau dan rasa yang persis sama. Plusnya adalah kita nggak usah jauh-jauh ke luar negeri buat menikmati kopi tradisional ini.

Benar-benar menyenangkan ketika kita bisa menikmati segelas kopi enak hanya dengan menekan tut di whatsapp.

Piri mau nangis saking bahagianya.

***

KEPOIN TOMCI THAI TEA

Alamat TOMCI THAI TEA
Griya Puspita, Jl. Tegalgondo, Tegalgondo, Karangploso, Malang, East Java 65152

Instagram


Order Via WA
0899-2101-133

Baca ini juga: NYOKLAT KLASIK! Minuman cokelat anti pelakor

KOPI RINDU ala cafe super mungil RUANG RINDU


Ada sebuah kedai kopi unik di daerah dekat Universitas Muhammadiyah Malang. Kedai ini menjadi unik karena ukurannya yang mungil sekali. Lebih seperti gang sempit yang disulap sedemikian rupa menjadi tempat nongkrong yang fancy. Nama kedai tersebut adalah RUANG RINDU.

Lokasi RUANG RINDU ada di Jalan Raya Tlogomas No. 8, Kecamatan Lowokwaru, Tlogomas, Lowokwaru, Malang. Kedainya tepat di seberang gerbang masuk dan keluar Universitas Muhammadiyah Malang. Setelah Indomaret terus sedikit. Jika kamu perhatikan seksama di sebelah warung nasi Padang, di sanalah RUANG RINDU bersarang. Kamu harus melihat dengan seksama karena kedai ini sangat unyu alias mungil.


Kesan pertama yang didapat dari kedai ini adalah sempit. Bagaimana tidak? Lebar kedai ini hanya muat untuk 4 orang dewasa. Kedai ini dibuat memanjang dari pintu masuk hingga kasir. Bentuknya seperti lorong yang diisi meja dan kursi. Meja disusun satu-satu dengan 4 buah kursi. Setiap meja ditata menempel pada dinding sehingga menyisakan satu ruang kecil untuk lalu lintas. Kalau ada yang mau lewat, terpaksa harus nyempil dulu karena memang tidak muat.

Sempitnya kedai RUANG RINDU justru bukan sebuah kelemahan. Kedai yang sempit justru membuat pengunjungnya saling menyapa. Minimal untuk bilang "permisi" untuk sekadar lewat. Orang jadi punya kesempatan untuk ngobrol lebih intens dengan temannya bahkan orang baru. Hal-hal ini yang membuat jati diri sebuah kedai kopi itu muncul dan harusnya ada di setiap kedai: tempat ngobrol dan menemukan teman baru.

Dan RUANG RINDU berhasil menciptakan atmosfer itu.

Kita bahas interiornya.

Jika kamu mencari kedai yang bagus buat foto-foto. Sepertinya kamu dan RUANG RINDU bukanlah jodoh yang pas. Ruang di kedai ini cukup gelap dengan lampu yang kuning. Artinya kamu harus kerja keras mengedit fotomu atau mengakali setting kameramu agar foto menjadi ciamik dan instgramable. Belum lagi kedai yang sempit akan membuat aktivitas foto-fotomu akan sedikit mengganggu pengunjung yang lain.


Walaupun sebenarnya kedai ini punya desain yang bagus banget buat difoto. Ada beberapa ornnamen fancy seperti lukisan, gambar, piring jadul, lampu kuno, dan ornamen lainnya terpajang di kedai tersebut yang membuat kamu gemes untuk berfoto ria. Saran Piri buat kamu yang mau foto-foto di sini lebih baik dilakukan di sore hari pada jam-jam sepi. Kedai ini cukup ramai menjelang malam.

REVIEW KOPI RINDU.

Sebenarnya ada banyak varian kopi yang  bisa kamu temukan di RUANG RINDU. Mata Piri tertuju pada KOPI RINDU. Salah satu menu kopi yang menjadi signature coffee di sini.


Piri sempat nanya apakah KOPI RINDU ini adalah kopi yang terbuat dari ekstrasi air mata manusia yang mendamba kekasihnya untuk pulang karena mereka  beda pulau?

Ternyata bukan.

KOPI RINDU ternyata adalah kopi susu kekinian ala kopi susu hits Jakarta. Kurang lebih racikannya adalah susu segar, susu kental manis, dan es batu. Kemudian untuk finishing, susu-susuan tersebut disiram dengan 1 shoot esspresso. Esspresso-nya Piri terka terdiri atas gabungan robusta dan arabika. Ada pahit-pahit mantap dari robusta namun tetap wangi buah dari arabika. Susunya lumayan banyak sehingga ketika diaduk KOPI RINDU cenderung berwarna cokelat muda keputih-putihan.
KOPI RINDU memiliki karakter rasa yang segar. Tidak terlalu kuat kopinya. Cocok buat kalian para peminum kopi pemula. Susunya cenderung dominan. Harganya juga murah sekali. Hanya sekitar Rp.10.000,-an saja.



Buat kamu yang peminum kopi berat, Piri menyarankan untuk memesan Vietnam Drip-nya. Rasanya segar. Walaupun demikian kita masih mendapatkan kekuatan kopi yang bikin melek semalaman.

Terakhir, RUANG RINDU adalah kedai yang direkomendasikan untuk kamu yang menyendiri sambil mengerjakan tugas kuliah (banyak colokan di sini) sampai larut malam. Menikmati alunan musik syahdu dalam esapan kopi nikmat.

Sampai akhirnya kamu selesai mengerjakan semua tugas, kamu bangkit dengan tergesa dan tidak sadar menabrak seseorang.

Kamu meminta maaf begitu juga dia. Kalian bersalaman. Sebagai permintaan maaf, kamu mencoba mentraktir dia dengan segelas kopi. Dia bilang "iya". Kalian mengobrol dengan intens, saling bertukar cerita dan pengalaman hidup masing-masing.

Sampai akhirnya pelayan mulai menaikan kursi dan mematikan lampu. Kamu dan orang itu berpisah di parkiran.

Saat melihat motornya menjauh, ada sesap di bibir. Kamu berpikir itu karena sisa kopi yang masih berasa. Tapi, setelah itu kamu mulai merasakan ada sebuah sesap di dalam dada. Penuh mengisi ruang hati. Kamu yakin sesap itu adalah sebuah rasa.

Rasa itu adalah rindu.

****


KEPOIN RUANG RINDU

Alamat Ruang Rindu
Jalan Raya Tlogomas No. 8, Kecamatan Lowokwaru, Tlogomas, Lowokwaru, Malang.

Sosmed

Rate Harga
Rp. 10.000 - Rp. 20.000

WOW! Ini dia Coffee Beer Hits dan Kue Pancong dari Malang - KAPITEN dan WARKOP BREWOK

Coffee Beer - KAPITEN
Mungkin banyak yang tidak tahu, ada sebuah minuman soda kopi asli dari kota Malang yang sangat hits. Coffee Beer ini sudah menyebar ke seluruh Jawa Timur hingga Jabodetabek.

Di Malang, teman-teman bisa mendapatkan coffee beer tersebut di Kopi Brewok. Kopi Brewok berlokasi di Jl. Kedawung No.93, Tulusrejo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang. Dari arah suhat, teman-teman belok ke arah jalan kalpataru, kemudian lurus saja hingga memasuki jalan kedawung. Posisi  Kopi Brewok ada di kanan jalan.

Review Coffee Beer Kapiten

Coffee Beer Kapiten dijual dengan harga 12 ribuan saja (tanpa botol). Piri kurang begitu tahu berapa harga coffee beer kapiten kalau dibeli dengan botolnya. Biasanya memang orang membeli coffee beer tersebut dine in. Ketika kita membelinya, kita akan disuguhi sebotol coffee beer dan satu gelas tanggung es batu.

Untuk rasanya, well, gimana, ya, menjelaskan. Satu kata untuk coffee beer ini : lite. Coffee beer Kapiten punya rasa manis yang lumayan tajam-seperti sirup- dengan soda yang nggak terlalu nendang seperti coffee beer pabrikan. Di satu sisi rasa kopinya kerasa halus tapi juga kuat. Sensasinya mirip dengan minum kopi filter kertas, tapi ini manis. Dari bibir botol kita bisa merasakan aura kopi yang kerasa banget. Mungkin karena kemasan yang digunakan adalah botol, rasa coffee ini tetap terjaga dari sinar matahari ketimbang coffee beer kalengan. Ketika coffee beer ini disatukan dengan es batu dan ditenggak dengan pelan. Menyegarkan.

Yang menjadi poin plus coffee beer Kapiten adalah kemasannya. Macho banget! Uuuuh~(bentar, kalimat ini justru seolah-olah menunjukan Piridi tidak begitu macho -__- ). Botolnya mirip-mirip dengan botol bir umumnya. Botol birnya punya sisi-sisi yang tegas dan mantap digenggam. Desain utamanya adalah gambar koboy yang dicetak seperti kertas buronan sherif dengan warna coklat sebagai latar utama. Namun memang, kualitas stikernya bukan yang terbaik.

Overall, coffee beer ini oke banget untuk diminum bareng teman-teman kalau lagi nongkrong. Harganya juga pas di kantong, nggak mahal-mahal banget.

Catatan Penting: Coffee Beer Kapiten TIDAK MENGANDUNG ALKOHOL. Jadi aman diminum siapapun yap!

Review Kue Pancong di Kopi Brewok

Kalau mampir di Kopi Brewok, tempat coffee beer Kapiten dijual, kurang pas rasanya kalau tidak memesan kue pancong. Kue Pancong adalah signature culinary yang menjadi jualan utama dari Kopi Brewok. Kita bisa melihat jelas di logo mereka yang bertuliskan "SPESIAL PANCONG". Suasana di Kopi Brewok bisa dikatakan "nongkrong banget". Ada banyak meja panjang, colokan berlimpah, harga kopi dan makanan yang murah, dan suasananya yang asyik.


Kopi Brewok termasuk tempat yang high demand loh! Tempat ini selalu penuh dengan pengunjung terutama di hari-hari weekend dan libur. Jadi sabar-sabar antri atau kunjungi tempat ini agak sorean atau malam sekalian. Di prime time seperti habis magrib, yaa wasalam tidak akan kebagian tempat duduk

Nongkrong di Kopi Brewok

Nongkrong di Kopi Brewok

Kue Pancong di KOPI BREWOK dibandrol dengan harga 8 ribuan hingga 12 ribuan tergantung toping yang kamu mau. Kue Pancong itu adalah kue khas betawi yange terbuat dari tepung. Rasanya mirip-mirip dengan adonan terang bulan/martabak manis.

Mungkin Kamu Suka: Tomci Tea, Thai Tea Kualitas Dunia di Malang

Kue Pancong di KOPI BREWOK pas banget disantap bersama kopi dan teh hangat. Apalagi kalau sedang hujan. Karaternya manis banget terutama untuk rasa cokelat ceres dan keju. Agak kurang pas kalau dipadu dengan dengan coffee beer  Kapiten karena keduanya punya karakter rasa manis yang kuat. Bisa bikin kembung dan eneg. Soda di coffee beer Kapiten bikin cepat kenyang. Piri ngerasa kalau pacong ala KOPI BREWOK dan coffee beer Kapiten harus dinikmati secara terpisah.

Kue Pancong di Kopi Brewok

*******

KEPOIN KOPI BREWOK

Alamat KOPI BREWOK
Jl. Kedawung No.93, Tulusrejo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141



Rate harga:
Rp.8.000 - Rp.15.000

Fasilitas:
Colokan

Rekomendasi buat kamu yang nyari cafe nobar bola di Malang --; KLIK DISINI ---

Review NYOKLAT KLASIK-nya Bu Dendy (Anti Pelakor)

NYOKLAT KLASIK
 Beberapa minggu ini sempat viral di dunia maya video tentang seorang PELAKOR (Perebut Laki Orang) yang disawer oleh korban dengan yang pecahan Rp.100.00an. Di dalam video itu terlihat si pelaku duduk terdiam sementara si korban marah-marah dengan logat jawa timur sambil melempari sejumlah uang dengan total -katanya- 500 juta!

Wow!

Piri jadi ikutan penasaran, siapa ibu-ibu yang melempar-lempar uang tersebut. Videonya muncul di akun-akun gosip instagram dan facebook. Banyak yang belain si ibu dan ternyata ada juga yang membela si PELAKOR. Perdebatan terjadi di kolom komentar. Alhasil, karena banyak yang nonton dan komen. Video tersebut pun viral.

Usut punya usut. Si ibu-ibu yang marah dalam video tersebut bernama Ovie. Istri sah dari Pak Dendy yang katanya berselingkuh dengan ibu Nyla.

Karena web ini bukan web gosip kita bahas dari sudut pandang yang beda, yak. Hehe

Ibu Ovie dan Pak Dendy adalah seorang pengusaha asal Tulung Agung. Usaha yang paling terkenal adalah francise NYOKLAT KLASIK. Usaha ini sudah berdiri sejak tahun 2015. Jualan utamanya adalah minuman coklat panas dan dingin.


Coklat Krispi ala NYOKLAT KLASIK
Artikel kali ini Piridifoodies akan mereview minuman coklat dari NYOKLAT KLASIK. Dari segi rasa dan harganya.

NYOKLAT KLASIK dijual di rombong-rombong kecil di pinggir jalan dan pusat perbelanjaan. Outlet NYOKLAT KLASIK tersebar di seluruh Indonesia khususnya do daerah jawa timur dan jawa barat.

Segmen dari NYOKLAT KLASIK adalah anak sekolah dan kuliah.

Seperti namanya, NYOKLAT. Minuman utama yang mereka jual adalah minuman coklat. Bedanya adalah di NYOKLAT KLASIK mereka menggunakan toping yang unik dan enak seperti durian, coklat beng-beng, coklat silverqueen, cola, kacang, strawberry, coffee, dan lain sebagainya.

Coklat yang digunakan oleh NYOKLAT KLASIK adalah coklat bubuk. Dari coklat bubuk tersebut diblender dengan air dan es batu. Selanjutnya diberi toping sesuai keingingan konsumen atau campuran rasa lain seperti cola, mint, caramel, dan lain sebagainya. NYOKLAT KLASIK disajikan di dalam gelas plastik. Bisa dikatakan NYOKLAT KLASIK tipikel streetdrink ready to go. Minuman coklat yang nikmat diminum sambil jalan-jalan.

Rasa NYOKLAT terbilang standar. Mirip seperti coklat serbuk instan pada umumnya. Warna coklatnya sangat pekat. Mungkin karena mereka menggunakan serbuk coklat berkualitas medium. Taste pertama yang kita dapatkan ketika meminum NYOKLAT KLASIK adalah manis dari gula. Kemudian kita akan merasakan coklat yang legit namun encer. Dan terakhir adalah rasa toping yang kita pilih.

Porsinya lumayan besar. Sekitar 16 oz dan terisi penuh hingga meluber.

Jika dibandingkan dengan minuman sekelas, NYOKLAT KLASIK menang di harganya. Satu gelas NYOKLAT KLASIK dibandrol dengan harga Rp.7000,-an. Tergantug dari toping dan rasa. Paling mahal kalau tidak salah Rp.10.000,-an. Sangat terjangkau!

Patut dicoba kalau kamu melihat rombong NYOKLAT KLASIK. Enak untuk dinikmati di saat hari sedang panas. Mengingat harganya yang murah dan sesuai dengan rasanya. Piridifoodies merekomendasikan minuman ini.

Kali aja kalau kita minum ini kita akan dijauhkan dari PELAKOR-PELAKOR, ya. Hihi




KOPI SEDUH MANUAL ENAK DI MALANG - Review Museum Kopi

Kopi Seduh Manual Piridifoodies Food Blogger Malang
MUSEUM KOPI, Kedai Kopi Seduh Manual Enak di Malang

Malang terkenal sebagai kota yang adem dan sering sekali hujan. Lagi hujan-hujan gitu emang paling enak duduk santai sambil menikmati segelas kopi yang nikmat. Pada postingan kali ini Piridifoodies sebagai food blogger Malang yang suka sekali ngopi akan merekomendasikan tempat kopi seduh manual enak di kota Malang. Kedai kopi ini adalah kedai favorit piridi kalau ngopi-ngopi sore. Tempat itu adalah Museum Kopi.

Jika kamu adalah peminum kopi advance yang menggemari kopi yang diseduh secara manual. Museum Kopi adalah tempat yang tepat. Kedai ini adalah kedai speciality manual brew dengan pilihan biji kopi single origin yang lumayan lengkap dari berbagai macam daerah di Indonesia. Ada sekitar 30 jenis biji kopi yang bisa kamu pilih di sini seperti Sumatera, Jawa, Bali, Flores, hingga Papua. Bisa dikatakan kalau Museum Kopi menyimpan banyak jenis biji kopi terlengkap di kota Malang.

Metode seduh manual di Museum Kopi beragam. Kamu bisa memilih teknik apapun untuk segelas kopi kamu. Pilihan yang Museum Kopi sediakan antara lain French Press, V60, Tubruk, Turkish, dan Moka Pot. Pilihan yang cukup lengkap bagi kamu penikmat kopi seduh manual. Rasanya tentu enak-enak. 


Menu Kopi Seduh Manual di MUSEUM KOPI
Konsep Museum Kopi adalah kedai kopi seduh manual yang bertema kopi pinggiran bernuansa santai. Terlihat dari penataan kedainya yang didominasi oleh kayu dan didekorasi sedemikian rupa seperti sebuah "gudang". Kata Museum diambil oleh pemiliknya untuk menunjukan bahwa kedai ini memiliki koleksi kopi yang lengkap layaknya sebuah museum. Dan lagi, karena konsepnya adalah museum diharapkan kedai kopi seduh manual ini mampu menyasar berbagai golongan. Jika kamu memasuki kedai ini, kamu akan mendapatkan suasana yang indie-indie gitu. Lantunan lagu folks yang melow-melow. Di Bar kedai kamu akan mendapatkan berbagai buku bacaan ringan dan novel. 

Buat yang pengin belajar banyak tentang cara menyeduh kopi secara manual, kamu bisa datang ke Museum Kopi. Alamat Museum Kopi ada di Jalan Sigura-Gura Barat Nomor 41b Malang. Barista di Museum Kopi ramah-ramah terutama di jam-jam sepi. Kalau lagi ramai ya tau diri aja hehe. Bisa diamuk sama pengunjung lain kalau kita gangguin baristanya ketika sedang menyeduh.

Kedai Museum Kopi punya banyak colokan sehingga tepat sebagai tempat ngerjain tugas di Malang.

Museum Kopi juga menyediakan biji kopi segar jika kamu ingin membeli biji kopi saja dan mencoba menyeduhnya di rumah. Harga satu kantong biji kopi di Museum kopi dimulai dari harga Rp.25.000,- per 250 gram. Tergantung dari kesediaan biji kopi dan jenis biji kopinya. Ada juga biji kopi yang harganya lebih mahal karena memang kualitas dan tingkat kesulitan pencarian biji kopinya. Kalau kamu tidak memiliki alat penggiling sendiri, kamu bisa meminta untuk digilingkan di kedai ini.

Harga secangkir kopi di Museum Kopi terbilang murah. Kamu hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp.6000,- an saja untuk mendapatkan segelas kopi tubruk. Untuk metode seduh manual yang lebih sulit sekitar Rp.10.000 hingga Rp.15.000,-an saja. Tempat ini tidak menyediakan makanan, namun kamu bisa memesan martabak, nasi goreng, dan makanan lain dari luar kedai. mereka memperbolehkan untuk membawa makanan dari luar kedai.


Kopi Seduh Manual Malang Piridifoodies Food Blogger Malang
Kopi Seduh Manual di Malang

----------------------------------------
Kepoin MUSEUM KOPI 

Alamat MUSEUM KOPI
Jalan Bendengan Sigura-gura Barat Ruko Kav. 41 B Karangbesuki, Sukun, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang, East Java 65146



Harga
Rp 6000 - Rp 15.000

Colokan
Tersedia